Aturan Baru ETIAS Eropa 2026: Apakah Wajib untuk Pemegang Paspor Bebas Visa?
Buat kamu yang punya rencana liburan ke Eropa pada 2026, ada satu aturan perjalanan baru yang perlu diperhatikan. Uni Eropa akan menerapkan ETIAS atau European Travel Information and Authorisation System untuk wisatawan dari negara tertentu yang selama ini bisa masuk ke Eropa tanpa visa.
Kehadiran ETIAS cukup sering membuat calon wisatawan bingung. Apakah ETIAS merupakan visa? Apakah pemegang paspor Indonesia harus mengurusnya? Lalu, apakah setelah ETIAS berlaku kita tetap bisa masuk Eropa tanpa visa?
Jawabannya, ETIAS bukan visa. Namun, wisatawan yang termasuk dalam kategori yang diwajibkan nantinya perlu mendapatkan otorisasi perjalanan ETIAS sebelum melakukan perjalanan ke negara yang menerapkan sistem tersebut.
Apa Itu ETIAS?
ETIAS adalah sistem otorisasi perjalanan elektronik yang dibuat oleh Uni Eropa untuk melakukan pemeriksaan terhadap wisatawan dari negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa.
Sederhananya, sebelum berangkat ke Eropa, wisatawan tertentu nantinya perlu mengajukan ETIAS secara online. Setelah mendapatkan persetujuan, otorisasi tersebut akan dikaitkan dengan paspor yang digunakan saat pengajuan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah ETIAS tidak menghapus fasilitas bebas visa. Wisatawan yang sebelumnya tidak membutuhkan visa tetap tidak perlu mengajukan visa selama memenuhi persyaratan bebas visa yang berlaku.
Bedanya, setelah ETIAS diberlakukan, wisatawan tersebut juga perlu memiliki otorisasi perjalanan ETIAS.
Kapan ETIAS Mulai Berlaku?
ETIAS direncanakan mulai beroperasi pada kuartal terakhir tahun 2026.
Artinya, wisatawan yang memiliki rencana bepergian ke Eropa pada akhir 2026 dan seterusnya perlu mulai memperhatikan perkembangan aturan ini.
Namun, ETIAS belum beroperasi saat ini. Pengajuan ETIAS juga belum dibuka. Jadi, apabila kamu menemukan situs yang menawarkan pengajuan ETIAS sebelum sistem resminya dibuka, sebaiknya berhati hati dan pastikan informasinya berasal dari sumber resmi.
Uni Eropa juga akan menerapkan masa transisi setelah sistem mulai beroperasi. Karena itu, wisatawan sebaiknya tidak hanya melihat tanggal mulai ETIAS, tetapi juga memperhatikan aturan yang berlaku pada saat perjalanan dilakukan.
Apakah Pemegang Paspor Bebas Visa Wajib ETIAS?
Ya, wisatawan dari negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa dan termasuk dalam cakupan ETIAS nantinya harus memiliki ETIAS sebelum melakukan perjalanan.
Ini bukan berarti mereka harus mengurus visa.
Sebagai contoh, jika seseorang berasal dari negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa untuk perjalanan singkat ke negara yang menerapkan ETIAS, orang tersebut tetap dapat bepergian tanpa visa. Namun, setelah ETIAS berlaku, ia perlu memiliki otorisasi ETIAS yang masih valid.
Jadi, ada perbedaan antara bebas visa dan bebas persyaratan perjalanan.
Bebas visa berarti kamu tidak perlu mengajukan visa untuk perjalanan yang memenuhi ketentuan. Sementara itu, ETIAS merupakan persyaratan tambahan berupa otorisasi perjalanan elektronik.
Apakah Pemegang Paspor Indonesia Perlu ETIAS?
Bagi pemegang paspor Indonesia, aturan ini perlu diperhatikan ketika merencanakan perjalanan ke Eropa.
Indonesia termasuk negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa untuk perjalanan singkat ke kawasan Schengen. Karena itu, wisatawan Indonesia perlu memperhatikan ketentuan ETIAS ketika sistem tersebut mulai diberlakukan.
Namun, persyaratan masuk tidak hanya ditentukan oleh paspor. Negara tujuan, tujuan perjalanan, lama tinggal dan tanggal keberangkatan juga dapat memengaruhi persyaratan yang harus dipenuhi.
Karena aturan perjalanan dapat berubah, sebaiknya selalu periksa informasi terbaru sebelum berangkat.
Negara Eropa Mana Saja yang Menerapkan ETIAS?
ETIAS akan diterapkan pada negara negara Eropa yang termasuk dalam cakupan sistem tersebut. Saat ini terdapat 30 negara Eropa yang tercantum sebagai negara yang akan menggunakan ETIAS.
Beberapa negara yang termasuk di dalamnya adalah Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, Swiss, Austria, Belgia, Portugal dan Yunani.
Selain itu, terdapat sejumlah negara Eropa lainnya yang juga akan menerapkan ETIAS.
Daftar negara dapat diperbarui sesuai kebijakan yang berlaku. Karena itu, jika kamu sudah menentukan negara tujuan, sebaiknya periksa kembali daftar terbaru sebelum melakukan perjalanan.
Berapa Biaya ETIAS?
Biaya pengajuan ETIAS yang ditetapkan saat ini adalah 20 euro untuk pemohon yang dikenakan biaya.
Tidak semua orang harus membayar biaya tersebut. Ada kelompok tertentu yang mendapatkan pengecualian berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Pengajuan ETIAS nantinya dilakukan secara online. Wisatawan sebaiknya menggunakan situs resmi ETIAS dan berhati hati terhadap situs pihak ketiga yang menawarkan jasa pengurusan dengan biaya tambahan.
Berapa Lama ETIAS Berlaku?
ETIAS tidak dibuat untuk satu kali perjalanan saja.
Otorisasi yang telah disetujui dapat digunakan untuk beberapa perjalanan selama masih berlaku dan wisatawan tetap memenuhi seluruh persyaratan masuk.
ETIAS juga terhubung dengan paspor yang digunakan saat melakukan pengajuan. Karena itu, wisatawan perlu memastikan data paspor benar ketika mengisi formulir.
Jika paspor sudah tidak berlaku atau wisatawan mendapatkan paspor baru, ETIAS yang lama dapat menjadi tidak berlaku sehingga perlu melakukan pengajuan kembali.
Apa Bedanya ETIAS dengan Visa Schengen?
ETIAS dan visa Schengen merupakan dua hal yang berbeda.
Visa Schengen diperlukan oleh warga negara tertentu yang memang diwajibkan memiliki visa untuk melakukan perjalanan ke kawasan Schengen.
Sementara itu, ETIAS ditujukan kepada wisatawan dari negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa.
Dengan kata lain, ETIAS bukan pengganti visa Schengen.
Kalau kewarganegaraan kamu memang membutuhkan visa untuk masuk ke kawasan Schengen, memiliki ETIAS tidak membuat kamu bebas dari kewajiban mengurus visa.
Sebaliknya, jika kamu berasal dari negara bebas visa dan termasuk dalam cakupan ETIAS, kamu nantinya membutuhkan ETIAS tetapi tidak perlu mengajukan visa Schengen untuk perjalanan singkat yang memenuhi ketentuan bebas visa.
Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Mengajukan ETIAS?
Pengajuan ETIAS nantinya dilakukan secara online sehingga wisatawan tidak perlu datang ke kedutaan hanya untuk mengurus otorisasi tersebut.
Data yang dimasukkan harus sesuai dengan dokumen perjalanan yang digunakan.
Pastikan nama lengkap, tanggal lahir, kewarganegaraan dan nomor paspor diisi dengan benar. Kesalahan memasukkan informasi dapat menimbulkan masalah pada saat melakukan perjalanan.
Selain itu, pastikan paspor masih berlaku dan merupakan paspor yang akan digunakan untuk perjalanan ke Eropa.
Apakah ETIAS Harus Diurus Sebelum Membeli Tiket Pesawat?
Tidak ada keharusan untuk menunggu ETIAS sebelum membeli tiket pesawat. Namun, wisatawan sebaiknya memastikan terlebih dahulu seluruh persyaratan perjalanan sebelum membuat rencana perjalanan yang tidak dapat dikembalikan.
Jika kamu berencana bepergian ke Eropa pada akhir 2026, periksa perkembangan ETIAS mendekati tanggal keberangkatan.
Hal ini penting karena penerapan sistem baru dapat disertai masa transisi dan aturan khusus.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Memiliki ETIAS?
Setelah ETIAS sepenuhnya diberlakukan dan masa transisinya selesai, wisatawan yang termasuk dalam kategori wajib ETIAS perlu memiliki otorisasi yang valid sebelum melakukan perjalanan.
Karena pemeriksaan dapat dilakukan sebelum keberangkatan, jangan menganggap bahwa ETIAS baru perlu diurus ketika sudah sampai di bandara atau Eropa.
Lebih baik mengurusnya lebih awal setelah sistem resmi dibuka dan memastikan informasi yang digunakan sama dengan paspor yang akan dibawa saat bepergian.
Tips untuk Wisatawan Indonesia yang Akan ke Eropa
Jika kamu punya rencana liburan ke Eropa pada 2026, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan.
Pertama, pastikan paspor masih berlaku dan data di dalamnya benar.
Kedua, cek apakah negara yang ingin dikunjungi termasuk dalam daftar negara yang menerapkan ETIAS.
Ketiga, periksa apakah tanggal perjalanan kamu sudah masuk dalam periode penerapan ETIAS.
Keempat, gunakan situs resmi Uni Eropa ketika mencari informasi atau melakukan pengajuan. Hindari memberikan data paspor kepada situs yang tidak jelas.
Terakhir, jangan hanya mengandalkan informasi dari artikel lama atau pengalaman orang yang bepergian sebelum ETIAS berlaku. Persyaratan perjalanan dapat berubah dan aturan yang berlaku pada 2026 belum tentu sama dengan aturan beberapa tahun sebelumnya.
Kesimpulan
Aturan baru ETIAS Eropa 2026 menjadi hal penting yang perlu diketahui oleh pemegang paspor dari negara bebas visa, termasuk wisatawan Indonesia yang berencana bepergian ke Eropa.
ETIAS bukan visa dan tidak mengubah status bebas visa. Wisatawan yang memenuhi syarat bebas visa tetap tidak perlu mengajukan visa Schengen untuk perjalanan singkat. Namun, setelah ETIAS mulai berlaku, wisatawan yang termasuk dalam cakupan aturan tersebut perlu mendapatkan otorisasi perjalanan sebelum berangkat.
ETIAS direncanakan mulai beroperasi pada kuartal terakhir 2026. Saat ini pengajuan belum dibuka sehingga wisatawan tidak perlu mengurus ETIAS sekarang.
Jika kamu berencana pergi ke Eropa pada akhir 2026 atau setelahnya, pastikan untuk mengecek persyaratan terbaru sebelum keberangkatan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah ETIAS sudah diperlukan untuk perjalananmu dan menghindari masalah saat melakukan perjalanan.
